PENDERITAAN YESUS: ANALISIS SEMIOTIKA FILM THE PASSION OF THE CHRIST DARI PERSPEKTIF TEOLOGI KRISTEN

Mutiara E. I. Rumbino, 210203009 and Jeremia E., Wakas and Leidi A., Lontaan (2025) PENDERITAAN YESUS: ANALISIS SEMIOTIKA FILM THE PASSION OF THE CHRIST DARI PERSPEKTIF TEOLOGI KRISTEN. Skripsi thesis, Institut Agama Kristen Manado.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (33kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf

Download (15kB)
[thumbnail of Daftar isi.pdf] Text
Daftar isi.pdf

Download (146kB)
[thumbnail of Bab V.pdf] Text
Bab V.pdf

Download (14kB)

Abstract

Film The Passion of the Christ karya Mel Gibson adalah representasi visual
yang kuat dan kontroversial mengenai dua belas jam terakhir kehidupan Yesus
Kristus, dengan fokus intens pada penderitaan-Nya. Film ini menonjol karena
penggambaran kekerasan yang eksplisit dan detail, yang membedakannya dari
adaptasi Alkitab lainnya, sekaligus memicu diskusi mendalam tentang realitas
kemanusiaan Yesus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan
tanda-tanda yang terdapat dalam film menggunakan teori semiotika Ferdinand de
Saussure dan mengkaji makna penderitaan Yesus dari perspektif teologi Kristen.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-
interpretatif, diperkuat oleh studi kepustakaan. Pendekatan kualitatif dipilih untuk
memahami secara mendalam makna penderitaan Yesus yang digambarkan dalam
film, tidak hanya mendeskripsikan kejadian, tetapi juga menginterpretasikan
makna simbolis dan teologis di baliknya. Metode semiotika Saussure diaplikasikan
untuk menguraikan setiap adegan kunci dalam film menjadi penanda (signifier)
elemen visual, audio, dan naratif serta petanda (signified) makna atau interpretasi
yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini kaya akan tanda-
tanda yang merepresentasikan penderitaan Yesus secara fisik (seperti
pencambukan, mahkota duri, dan penyaliban), emosional (ketakutan di
Getsemani, pengkhianatan), dan spiritual (keterpisahan dengan Bapa). Melalui
penggambaran yang realistis ini, film menekankan bahwa Yesus sepenuhnya
mengalami penderitaan sebagai manusia sejati, bukan sekadar simbol atau ilusi,
sebuah poin yang kerap menjadi perdebatan dalam adaptasi film-film religius.
Dari perspektif teologi Kristen, penderitaan yang digambarkan ini memiliki
makna mendalam sebagai kasih Allah yang tak terbatas dan puncak penebusan
dosa umat manusia. Kekerasan brutal yang ditonjolkan menjadi bukti otentik
pengorbanan Yesus yang sempurna, sekaligus menunjukkan solidaritas Allah
yang rela masuk ke dalam realitas penderitaan manusia. Film ini secara visual
menegaskan penggenapan nubuat Alkitab dan mengkritisi penyalahgunaan
kekuasaan baik oleh otoritas politik maupun agama yang turut berkontribusi pada
sengsara Yesus. Dengan demikian, The Passion of the Christ tidak hanya menjadi
sebuah teks visual yang kaya, tetapi juga medium kontemplasi teologis yang kuat
tentang penderitaan dan pengorbanan Kristus.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Semiotika Ferdinand de Saussure, Film The Passion of the Christ, Penderitaan Yesus, Teologi Kristen.
Subjects: A General Works > AS Academies and learned societies (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology > BV1460 Religious Education
Divisions: Teologi > Misiologi & Komunikasi Kristen
Depositing User: Unnamed user with email stakn.manado@gmail.com
Date Deposited: 22 Sep 2026 01:24
Last Modified: 22 Sep 2026 01:24
URI: http://repository.iaknmanado.ac.id/id/eprint/1813

Actions (login required)

View Item
View Item