Agusta Amelia Sumihe, 220405017 and Heldy J., Rogahang and Yohan, Brek (2024) RITUAL MENAHULENDING SEBAGAI STRATEGI PASTORAL KONSELING DI GEREJA MASEHI INJILI SANGIHE TALAUD. Thesis thesis, Institut Agama Kristen Negeri Manado.
cover.pdf
Download (192kB)
Abstrak.pdf
Download (187kB)
Daftar Isi.pdf
Download (187kB)
Bab V.pdf
Download (524kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengadaptasi ritual Menahulending dalam
konteks pastoral konseling di Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud. Penelitian ini ingin
melihat bagaimana ritual tersebut dapat digunakan sebagai model pastoral konseling yang
kontekstual, relevan, dan efektif dalam membantu jemaat menghadapi masalah spiritual,
emosional, dan sosial. Ritual Menahulending merupakan bagian integral dari budaya Sangihe
dan memiliki makna mendalam dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat setempat.
Mengingat krisis, bencana, dan kekacauan sering kali dihadapi oleh masyarakat, ada
kebutuhan untuk mengintegrasikan pendekatan tradisional yang memiliki nilai-nilai spiritual
kuat dengan pastoral konseling. Dengan mengadaptasi ritual ini, yang bertujuan untuk
menenangkan situasi panas, ke dalam pelayanan gerejawi, diharapkan dapat memberikan
pendekatan holistik dalam membantu jemaat mengatasi masalah mereka. Hal ini didasarkan
pada kebutuhan untuk membuat pelayanan gereja lebih responsif terhadap konteks budaya
dan kebutuhan spiritual jemaat, terutama dalam era modern yang penuh tantangan.
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif,
Peneliti menggunakan Metode Penelitian Etnografi yaitu sebuah penelitian dengan upaya
untuk memperhatikan makna-makna tindakan dari kejadian yang menimpa orang yang ingin
dipahami. Berdasarkan penemuan lapangan bahwa ritual menahulending mempunyai konten
strategi yang direlevansi dari fungsi-fungsi pastoral konseling menjadi konten strategi dalam
penelitian ini yaitu: Ritual Menahulending berfungsi memulihkan (Uwuse), mendamaikan
(Hiwusala), Preventif atau Pencegahan (Sasihge Lawe) dan Berita Anugerah (Balo Mapia).
Ritual menahulending, yang kaya dengan doa permohonan, pemulihan, dan pengucapan
syukur, memiliki peran penting dalam pelayanan Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud
(GMIST) dan diintegrasikan dalam acara syukur, pengakuan dosa, dan pentahiran. Meskipun
terdapat kelemahan seperti perbedaan persepsi, keterbatasan materi sastra, dan kurangnya
pegiat, ritual ini tetap menjadi sumber ketenangan dan kedamaian bagi masyarakat, serta
unsur penting dalam upacara adat Tulude. Dengan fungsinya yang meliputi pemulihan,
pendamaian, pencegahan, dan sebagai berita anugerah, menahulending menjadi bagian
integral dari strategi pastoral konseling.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ritual Menahulending, Pastoral Konseling, Budaya Sangihe |
| Subjects: | A General Works > AS Academies and learned societies (General) B Philosophy. Psychology. Religion > BJ Ethics |
| Divisions: | Pasca Sarjana > Teologi (Magister) |
| Depositing User: | Unnamed user with email stakn.manado@gmail.com |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 07:10 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 07:10 |
| URI: | http://repository.iaknmanado.ac.id/id/eprint/1528 |
