KONSEP MENEGUR MENURUT GALATIA 2:11-14 SERTA RELEVANSINYA BAGI JEMAAT GMIST IMANUEL BALEHUMARA

Ariel Graisela Imon, 200201003 and Olivia C, Wuwung and Ryanto, Adilang (2024) KONSEP MENEGUR MENURUT GALATIA 2:11-14 SERTA RELEVANSINYA BAGI JEMAAT GMIST IMANUEL BALEHUMARA. Skripsi thesis, Institut Agama Kristen Negeri Manado.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (267kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf

Download (231kB)
[thumbnail of Daftar Isi.pdf] Text
Daftar Isi.pdf

Download (248kB)
[thumbnail of Bab V.pdf] Text
Bab V.pdf

Download (229kB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merekonstruksi konsep
menegur dalam Galatia 2: 11-14 dalam konteks hidup jemaat khususnya
di Jemaat GMIST Imanuel Balehumara. Hal ini dianggap penting karena
teks yang ada dalam Alkitab ditulis sesuai dengan konteks penerima
teks yang ada saat itu serta dipengaruhi dengan kebiasaan sehari-hari.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan
metode penafsiran historis-kritis, yang dilaksanakan di Jemaat GMIST
Imanuel Balehumara tepatnya di kelurahan Balehumara Kecamatan
Tagulandang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
Data yang dikumpulkan melalui beberapa sumber antara lain data
observasi, data wawancara dan dokumentasi dan data-data lainnya
seperti Alkitab dan juga literatur-literatur yang berkaitan dengan
penelitian ini. Dari hasil analisis dan interpretasi maka diperoleh indikasi
bahwa pertama makna menegur dalam Galatia 2:11-14 ialah menegur
dilakukan di depan banyak orang dalam hal ini bersifat transparan.
Kedua, menegur di Jemaat GMIST Imanuel Balehumara memiliki relasi
dengan konsep teguran yang dilakukan Paulus kepada Petrus yaitu
menegur didepan orang banyak serta teguran yang dilakukan secara
spontan dan keras karena melakukan kesalahan. Kelihatannya Paulus
memaksakan kehendak kepada Petrus agar Petrus tetap konsisten
dengan kebenaran Injil. Di Jemaat GMIST Imanuel Balehumara
seseorang menegur dengan nada keras di depan banyak orang, dengan
maksud terselubung untuk memaksa orang lain mendengar tegurannya.
Ketiga, Peneliti merekonstruksi konsep menegur yang ada agar sesuai
dengan konteks yang ada yaitu ketika seseorang tidak menegur
dihadapan banyak orang dengan suara keras, itu dianggap sebagai cara
menegur yang baik, karena tidak mempermalukan orang lain.
Dari hasil temuan ini maka direkomendasikan untuk memahami
makna menegur yang sebaiknya agar tidak terjadi perpecahan dalam
suatu organisasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Menegur, Jemaat GMIST Imanuel Balehumara
Subjects: A General Works > AS Academies and learned societies (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BS The Bible
Divisions: Teologi > Teologi
Depositing User: Unnamed user with email stakn.manado@gmail.com
Date Deposited: 23 Jan 2026 02:51
Last Modified: 23 Jan 2026 02:51
URI: http://repository.iaknmanado.ac.id/id/eprint/1445

Actions (login required)

View Item
View Item