Rini M. Alusinsing, 210201123 and Subaedah, Luma and Jekson, Berdame (2025) KAJIAN TEOLOGI KONTEKSTUAL DALAM BUDAYA AWING’NGU RUANGAN DI JEMAAT GERMITA ALBERTA BANTIK. Skripsi thesis, Institut Agama Kristen Manado.
Cover.pdf
Download (60kB)
Abstrak.pdf
Download (232kB)
Daftar isi.pdf
Download (62kB)
Bab V.pdf
Download (119kB)
Abstract
Penelitian ini membahas secara mendalam Teologi Kontekstual terhadap
praktik budaya Awing’ngu Ruangan yang berlangsung di jemaat GERMITA Alberta
Bantik. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana warga jemaat memahami
budaya tersebut beserta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta bagaimana
pendekatan Teologi Kontekstual digunakan untuk menjawab persoalan yang
muncul akibat kurangnya pemahaman jemaat terhadap budaya ini. Beberapa
anggota jemaat bahkan menganggap budaya tersebut sebagai bentuk sinkretisme
dalam gereja.
Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Data diperoleh melalui teknik observasi langsung, wawancara
mendalam, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis untuk menghasilkan data
yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan guna menunjang temuan penelitian.
Adapun hasil yang di temukan dalam penelitian ini antara lain 1)
Pemahaman dari jemaat GERMITA Alberta Bantik tentang budaya Awing'ngu
Ruangan merupakan warisan budaya dari leluhur yang harus dijaga dan
dilestarikan meski jemaat sudah menjadi Kristen namun bukan berarti warisan
budaya harus dihilangkan. Inilah yang menyebabkan budaya ini sampai bertahan
dan terus dilakukan oleh jemaat GERMITA Alberta Bantik. 2) Budaya Awing'ngu
Ruangan merupakan sarana pertemuan antara injil dan kebudayaan yang di
dalamnya manusia dengan Allah. 3) Budaya Awing'ngu Ruangan merupakan
tanda persekutuan dan persatuan. Dengan demikian nilai-nilai dari budaya yang
melekat pada kehidupan manusia ingin mengajarkan kepada manusia untuk
kembali dan belajar lagi pada nilai kebudayaan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya Awing'ngu Ruangan memiliki
nilai penting untuk dilestarikan karena tidak hanya mengesahkan pernikahan
secara adat, tetapi juga memperkuat ikatan kekeluargaan, relasi sosial, dan
identitas masyarakat Jemaat GERMITA Alberta Bantik. Tradisi ini mengandung
nilai-nilai luhur dan teologis yang relevan bagi kehidupan masa kini, serta menjadi
sarana integrasi harmonis antara Injil dan budaya melalui teologi kontekstual,
sehingga adat istiadat dapat dimaknai dalam terang Injil tanpa kehilangan jati diri
budaya lokal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Budaya Awing’ngu Ruangan, Teologi Kontekstual |
| Subjects: | A General Works > AS Academies and learned societies (General) B Philosophy. Psychology. Religion > BJ Ethics |
| Divisions: | Teologi > Teologi |
| Depositing User: | Unnamed user with email stakn.manado@gmail.com |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 03:16 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 03:16 |
| URI: | http://repository.iaknmanado.ac.id/id/eprint/1729 |
