KAJIAN HISTORIS TERHADAP “YERUSALEM BARU” DALAM WAHYU 21:9-27 SERTA RELEVANSINYA BAGI JEMAAT GERMITA BETLEHEM KABARUAN

Kesya Taarae, 210201047 and Frety C., Udang and Heliyanti, Kalintabu (2025) KAJIAN HISTORIS TERHADAP “YERUSALEM BARU” DALAM WAHYU 21:9-27 SERTA RELEVANSINYA BAGI JEMAAT GERMITA BETLEHEM KABARUAN. Skripsi thesis, Institut Agama Kristen Manado.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (152kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf

Download (166kB)
[thumbnail of Daftar Isi.pdf] Text
Daftar Isi.pdf

Download (146kB)
[thumbnail of Bab V.pdf] Text
Bab V.pdf

Download (146kB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merekonstruksi makna
Yerusalem Baru dalam Wahyu 21:9-27 dalam pemahaman jemaat
khususnya di Jemaat Germita Betlehem Kabaruan. Hal ini dianggap penting
karena teks yang ada dalam Alkitab ditulis sesuai dengan konteks penerima
teks yang ada saat itu serta dipengaruhi dengan kebiasaan sehari-hari.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode
penafsiran kritik historis, yang dilaksanakan di Jemaat Germita Betlehem
Kabaruan tepatnya di Desa Kabaruan Timur, Kecamatan Kabaruan,
Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara.
Data yang dikumpulkan melalui beberapa sumber antara lain data
observasi, data wawancara dan dokumentasi dan data-data lainnya seperti
Alkitab dan juga literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Dari
hasil analisis dan interpretasi maka diperoleh indikasi bahwa pertama
makna Yerusalem Baru dalam teks Wahyu 21:9-27 bukanlah kota fisik,
surgawi atau tempat pasca kematian, melainkan simbol kehadiran Allah
yang aktif di tengah-tengah umat-Nya sebagai wujud relasi ilahi yang kudus,
inklusif, dan transformatif. Kedua, Jemaat Germita Betlehem Kabaruan
memahamai Yerusalem Baru sebagai tempat pasca kematian atau sinonim
dari surga. Minimnya pembinaan teologis mengenai eskatologis menjadi
salah satu penyebab perbedaan pemahaman terhadap makna Yerusalem
Baru. Oleh sebab itu, penelitian ini menegaskan pentingnya
merekonstruksi kembali makna Yerusalem Baru serta perlunya pendidikan
teologis yang intensif di lingkungan gereja untuk membangun pemahaman
iman yang lebih utuh dan relevan bagi kehidupan umat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Wahyu 21:9-27, Eskatologi, Yerusalem Baru.
Subjects: A General Works > AS Academies and learned societies (General)
Divisions: Teologi > Teologi
Depositing User: Unnamed user with email stakn.manado@gmail.com
Date Deposited: 07 Jul 2026 00:34
Last Modified: 07 Jul 2026 00:34
URI: http://repository.iaknmanado.ac.id/id/eprint/1700

Actions (login required)

View Item
View Item