KRITIK HISTORIS TENTANG “BERNYANYI” DALAM KISAH PARA RASUL 16:16-32 DAN RELEVANSINYA BAGI GEREJA MASA KINI

EDWIN NATHANIEL HIWOI, 210201001 and Berdame, Jekson and Labobar, Yuni (2025) KRITIK HISTORIS TENTANG “BERNYANYI” DALAM KISAH PARA RASUL 16:16-32 DAN RELEVANSINYA BAGI GEREJA MASA KINI. Skripsi thesis, Institut Agama Kristen Negeri Manado.

[thumbnail of cover.pdf] Text
cover.pdf

Download (178kB)
[thumbnail of abstrak.pdf] Text
abstrak.pdf

Download (207kB)
[thumbnail of daftar isi.pdf] Text
daftar isi.pdf

Download (164kB)
[thumbnail of bab v.pdf] Text
bab v.pdf

Download (216kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna tindakan bernyanyi dalam
Kisah Para Rasul 16:16–32 melalui kajian kritik historis, serta menggali
relevansinya bagi gereja masa kini. Nyanyian dipahami bukan sekadar ekspresi
emosional, tetapi sebagai tindakan teologis dan misiologis yang kuat. Dengan
metode kualitatif, penelitian menganalisis aspek historis dari teks terhadap kata
kunci Yunani ὕμνουν (hymnoun) yang berarti "memuji." Hasilnya menunjukkan
bahwa nyanyian Paulus dan Silas di penjara adalah tindakan iman yang
menghadirkan intervensi ilahi dan mendorong pertobatan. Penelitian ini
menegaskan pentingnya nyanyian sebagai bagian dari strategi pewartaan dan
spiritualitas. Gereja masa kini disarankan untuk memahami nyanyian secara
teologis, memperkuat pendidikan musik gerejawi, dan mendorong ekspresi iman
yang membangun spiritualitas lintas budaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kritik Historis, Bernyanyi, Teologi Musik
Subjects: A General Works > AS Academies and learned societies (General)
Divisions: Teologi > Teologi
Depositing User: Unnamed user with email stakn.manado@gmail.com
Date Deposited: 25 Jun 2026 04:02
Last Modified: 25 Jun 2026 04:02
URI: http://repository.iaknmanado.ac.id/id/eprint/1690

Actions (login required)

View Item
View Item